fbpx

Setiap daerah memiliki kekhasannya. Dieng sebagai wilayah yang berada di ketinggian, juga memiliki kekhasan kuliner di wilayah dataran tinggi. Kuliner yang ada adalah makanan yang nikmat jika disajikan saat masih panas. Apa sajakah makanan khas itu? Berikut liputannya.

Tempe Kemul dan Tahu kemul

Tempe Kemul

Tempe yang diberi tepung dan tahu isi yang diberi tepung memiliki nama tersendiri di Dieng. Makanan ini disebut tempe kemul dan tahu kemul. Hal ini sesuai dengan kondisi di Dieng, dimana cuacanya sangat dingin, sehingga orang lebih suka kemulan (selimutan). Bahan kemul yang digunakan adalah tepung gandum/pati, dan bumbu dapur seperti : bawang, kencur, kunyit, dan ketumbar dengan beberapa bumbu rempah. Awalnya ditaruh tempe/tahu dipinggiran penggorengan baru kemudian ditambahkan adonan tepung tersebut, sehingga tahu/tempe berada ditengah tengah kemul. Begitu disajikan, sebaiknya langsung dimakan, karena beberapa menit kemudian tempe kemul akan dingin karena suhu dieng yang ekstrem. Tempe/tahu kemul ini biasanya dihargai Rp 1.000,00/biji

Mie Ongklok

Mie ongklok

Mie Ongklok adalah mie rebus khas Wonosobo dan sekitarnya. Mie rebus ini masak dengan potongan kol, potongan daun kucai, dan kuah kental berkanji yang disebut loh. Mie ini dapat ditemukan di pedagang pinggir jalan ataupun rumah makan mewah. Untuk harganya menyesuaikan. Biasanya seharga Rp 20.000,00. Harga tersebut sudah termasuk dua tusuk sate.

Carica

Carica Dieng

Oleh-oleh khas dari Dieng ini wajib anda coba, karena terbuat dari bahan yang belum tentu bisa didapatkan di wilayah lain. Carica adalah pepaya gunung, sehingga hanya bisa tumbuh di gunung.  Bentuk dari Carica sendiri mirip dengan pepaya, namun lebih kecil. Buah serupa juga ada di Bali dengan nama Gedang Memedi. Rasa dari carica ini manis dengan sedikit asam dan kenyal, seperti papaya yang belum matang. Saat ini Carica sudah tersebar diberbagai kota, namun harga akan mahal jika anda membeli di kota anda.

Purwaceng

Purwaceng Gingseng Dieng

Purwaceng adalah nama asli dari gingseng Dieng. Akar tanaman ini kurus dan daunnya pipih kecil. Nama latinnya Pimpinella Pruatjan. Tanaman ini pembudidayaannya sulit sehingga menjadi tanaman langka yang harganya mahal. Meskipun harganya mahal, namun Purwaceng tergolong banyak dicari orang karena memiliki khasiat yang bagus. Purwaceng sangat bagus untuk penambah stamina, baik untuk pria maupun wanita. Selain itu, Purwaceng juga bisa digunakan sebagai penghangat tubuh dan memperlancar peredaran darah. Banyak juga yang menggunakan sebagai obat tradisional untuk mengusir masuk angin, obat cacing dan penghilang rasa sakit. Jadi, jangan lupa beli ya kalau sedang di Dieng.

Itulah tadi 4 kuliner hits di Dieng. Mumpung berada di Dieng, sempatkan juga berwisata ke Jogja. Di Jogja ada tempat hits juga lho, namanya Wisata Rumah Jiwa  yang berada di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta.

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *