fbpx

JAS BIRU merupakan jargon dari Bung Karno, adakah yang tahu apa itu. JAS BIRU adalah singkatan dari jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita sebagai generasi penerus bangsa dilarang melupakan sejarah.  Kenapa? Supaya sejarah kita dijajah tidak diulang lagi. Lalu, bagaimanakah caranya agar kita mengetahui sejarah? Berkunjung ke Musium dong.

Museum Pertahanan Belanda

Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg berada di jantung Kota Jogja. Lokasinya berada di antara Malioboro dan O km Jogja. Pas dibelakang monument serangan umum 1 Maret.  Lokasinya berada dekat dengan Keraton Yogyakarta bukan tanpa alasan, lho. Museum yang berisi diorama sejarah Indonesia ini awalnya merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Belanda. Oleh karena itu disekeliling benteng, dibangun parit. Benteng berbentuk persegi ini juga memiliki menara pantau di keempat sudutnya.

Lahirnya Keraton Yogyakarta

Benteng Vredeburg

Sejarah Benteng Vredeburg berkaitan erat dengan lahirnya kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti yang menyelesaikan sengketa antara Susuhunan Pakubuwono 3 dan Pangeran Mangkubumi karena di adu domba oleh Belanda. Oleh karenanya Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono 1, mendirikan kerajaan sendiri. Demi melihat kemajuan yang pesat dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Belanda mulai khawatir., bagaimana jika Raja Keraton Jogja tidak lagi berada di pihak Belanda. Berbalik memusuhi Belanda. Akhirnya Belanda mengusulkan kepada Sultan agar diizinkan mendirikan benteng pertahanan di dekat keraton.

Sebenarnya, sebelum Belanda membangun benteng di lokasi yang sekarang, pada tahun 1760, Sultan Hamengku Buwono 1 telah membangun sebuah benteng sederhana berbentuk bujur sangkar. Dikeempat sudutnya diberi tempat penjagaan yang disebut seleka atau bastion.  Sultan memberi nama keempat sudutnya sebagai berikut: Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosaningprang (sudut barat laut) dan Jayaprayitna (sudut tenggara)

Benteng Vredeburg

Menurut Nicolas Hartingh, kondisi benteng tersebut sangat sederhana, temboknya dari tanah, sedangkan tiang-tiang penyangga dari kayu pohon kelapa dan aren, sedangkan bangunan didalamnya terdiri dari bambu, kayu dan beratap ilalang. Tanah untuk lokasi benteng ini pada awalnya milik Kasultanan Jogja, tetapi pengunaannya dihibahkan kepada Belanda. Gubernur W.H.Van Ossenberg mengusulkan agar bangunan ini disempurnakan. Penyempurnaan benteng pada tahun 1767 juga mengubah fungsi benteng menjadi Benteng Pertahanan. Namun benteng ini diberi nama sebagai Benteng Rustenburg yang berarti Benteng Peristirahatan. Pada saat ini, meskipun tanahnya milik kasultanana, tetapi pengusaan benteng oleh Belanda.

Peubahan Nama Benteng

Benteng Vredeburg

Satu abad kemudian, terjadi gempa bumi dasyat di Jogja, sehingga merobohkan banyak bangunan, salah satunya adalah benteng tersebut. Benteng dibangun kembali, namun dengan nama yang berbeda. Benteng Rustenburg diganti menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian.  Benteng aja dibikin damai, apalagi hati kita kan ya. So, bagi kalian yang mencari kedamaian, langsung aja berwisat di Wisata Rumah Jiwa Hafara yang beralamat di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul.

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *