fbpx

Seloso Wage adalah hari istimewa bagi pedagang kaki lima dan wisatawan di Malioboro. Bagaimana tidak, pedagang di Malioboro  ini meliburkan aktivitas berdagangnya dan bergotong-royong membersihkan lokasi ini. Masyarakat umum juga boleh berkegiatan kesenian di sini. Menarik bukan!

Seloso Wage

Malioboro yang selalu hidup 24 jam tetiba menjadi lengang di hari seloso wage. Tidak ada kesibukan pedagang kaki lima berjualan.  Mereka tidak menggelar dagangan seperti biasa. Jalanan lenggang tak seperti biasa. Ternyata ini adalah program pemerintah kota Yogyakarta untuk mengistirahatkan malioboro setiap 35 hari sekali. Pemilihan hari juga tidak sembarangan, melainkan berdasarkan weton Sri Sultan ke – X.

Bersih dari Kendaraan Bermotor

Seloso Wage

Jalan di Malioboro ditutup pada hari seloso wage sehingga jalanan terlihat lenggang. Hanya ada kendaraan tak bermesin seperti becak, sepeda dan andong saja yang hilir mudik di jalan tersebut. Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan bermotor harus memarkirkan kendaraannya sebelum memasuki wilayah jalan malioboro. Jalan ditutup dari pukul 06.00 WIB – 21.00 WIB. Meskipun demikian jalan tetap terbuka untuk kendaraan pelayanan masyarakat, seperti : ambulan, truk sampah, pemadam kebakaran dan bus Trans Jogja.

Bersih-bersih Bersama

Seloso Wage

Pedagang kaki lima libur selama 24 jam setiap hari seloso selo.mereka melakukan bersih-bersih kawasan malioboro agar malioboro indah dan sehat. Berikut adalah rundown acara reresik Malioboro:

00.00-00.15: dibuka dengan kentongan, pertanda seluruh PKL tutup, untuk selanjutnya didorong keluar dari area Malioboro

00.15-05.00: proses sterilisasi kawasan Malioboro dari PKL, andong, dan becak.

05.00-08.00: proses pembersihan/penyapuan sampah Malioboro oleh relawan komunitas dan perwakilan SKPD.

08.00-09.00: proses penyiraman dan pengepelan pedestrian Malioboro oleh komunitas, relawan, dan perwakilan SKPD.

09.00-24.00: Malioboro steril dari PKL, becak, andong, dan aktifitas berat lain. Jadilah Malioboro yang senggang yang bisa dinikmati oleh para wisatawan pejalan kali. Bisa leluasa bersenda gurau atau foto selfie.

Seloso Wage

Tempat Pentas Seni

Mulai jam 09.00 WIB, pedestrian di Malioboro siap menyambut masyarakat. Masyarakat bias menampilkan kesenian daerahnya ataupun kesenian komunitasnya. Selain itu masyarakat juga bebas melakukan kegiatan lainnya, seperti berolahraga, selfie ataupun kegiatan lainnya asal tidak melanggar norma. Menarik bukan.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Malioboro yang lenggang, silahkan berkunjung setiap hari seloso wage ya. Habis dari sana, kalau mau mencari yang lebih selo lagi ada lho, namanya Wisata Rumah Jiwa. Nda percaya, coba saja mampir ke sana. Lokasinya berada di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul. Temen-temen bisa reservasi dulu juga dengan menghubungi hotline di nomor 085327966727

 

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *