fbpx

Hey, kamu, iya kamu yang akan ke Dieng Culture Festival ke 10, 2-5 Agustus 2019. Ikuti perjalanan kami dulu ya. Dieng, the Mystique of Java menjadi primadona wisatawan akhir-akhir ini. Embun Upas di Dieng menjadi tranding topik masyarakat di sekitarnya. Tidak perlu pergi jauh-jauh ke Eropa, kita sudah bisa menyaksikan rerumputan yang tertutupi air beku karena cuaca ekstrim di Dieng. Beberapa hari terakhir, cuaca di Dieng minus 11’ Celcius. Maka, kami melakukan perjalanan ke Dieng untuk membuktikannya.

Perjalan dari Jogja kita mulai dari jam 00.30 WIB. Sengaja kami memilih berangkat dini hari agar samapi di Dieng saat matahari terbit karena kami inggin menikmati sunrise tersebut dari Bukit Sikunir.

Bukit Sikunir

Bukit Sikunir

Sunrise Sikunir

Destinasi populer berburu sunrise di Dieng adalah Bukit Sikunir. Bukit ini berada di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Saat kami sampai, pukul 04.00 WIB, sudah banyak orang disana. Perjalanan dari bawah menuju atas membutuhkan waktu antara 30 menit hingga 1 jam perjalanan. Lampu tidak disediakan di sepanjang jalur pendakian, teman-teman harus membawa senter. Sebelum puncak, tersedia kamar mandi dan mushola, sehingga sebelum melanjutkan perjalanan bisa sembahyang subuh dulu. Seusai sembahyang tinggal melanjutkan sedikit perjalanan ke puncak. Dari sini kita bisa melihat Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Ungaran dan Gunung Slamet.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

Kawah terbesar di Dieng ini sangat unik karena kawahnya selalu berpindah-pindah. Pada dasarnya di dataran tinggi Dieng terdapat gunung api raksasa yang terdapat banyak kawah aktif. Karena itulah kawah ini disebut Kawah Sikidang, karena kawahnya selalu berpindah-pindah. Rata-rata kawah ini selalu berpindah tempat 4 tahun sekali. Uniknya lagi, anda bisa merebus telur di Kawah Sikidang dan langsung memakannya. Di sini pula pengunjung dapat menaiki kuda ataupun mencoba ATV. Menarik bukan? Apabila anda telah membeli tiket di kawah ini, anda bisa masuk ke Candi Arjuna gratis. Jangan lupa ya, diminta tiketnya.

Candi Arjuna

Candi Arjuna

Candi Arjuna lokasinya berdekatan dengan Kawah Sikidang, yang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Di kompleks candi ini adalah kompleks candi terbesar di Dieng dengan luas lokasi 90 hektare. Selain Candi Arjuna, dalam kompleks ini ada juga Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembrada. Namun kompleks yang terluas adalah Candi Arjuna. Sebelum memasuki wilayah candi Arjuna kita diminta menggunakan kain, seperti memasuki candi-candi lain di Jawa Tengah. Menariknya, kita juga disuguhi oleh seniman yang berpakaian layaknya buto cakil. Kita bisa berfoto dengan seniman ini hanya dengan membayar Rp 10.000,00 untuk 3 kali foto. Murah bukan.

Telaga Warna

Telaga Warna

Telaga Warna merupakan destinasi wisata alam andalan di wonosobo. Telaga Warna ini kadang berwarna hijau dan kuning atau berwarna-warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandul sulfur yang cukup tinggi, sehingga warnanya akan berwarna-warni saat terkena sinar matahari. Untuk mendapatkan foto yang indah, harus datang saat matahari sedang bersinar terang, tidak tertutup kabut

 

Itulah beberapa wisata hits di Dieng beserta tipsnya kapan datang ke sana. Untuk embun upas sendiri tidak setiap saat bisa didapatkan. Saat yang paling tepat mendapatkan embun upas adalah saat sedang dingin-dinginnya, yaitu sekitar bulan Agustus. Pas dengan acara Dieng Culture Festival ke 10, 2-5 agustus 2019. Mumpung ke Dieng nih, bisa juga mampir ke Wisata Rumah Jiwa di Yogyakarta, tepatnya di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul

 

 

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *