fbpx

Daerah Imogiri Kabupaten Bantul terkenal dengan sate klataknya. Sampai-sampai Cinta dan Rangga dalam film AADC 2 ikut mencicipinya. Yups, Sate klatak ini sangat unik dan berbeda dengan yang lainnya. Tak ayal, menjadi rujukan pecinta sate di Jogja.  Seperti apakah keunikannya?

Sate klatak menjadi salah satu icon kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi kuliner ini ada disekitar daerah Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul.  Di daerah ini terdapat banyak warung yang menjual sate klatak, dengan keistimewaannya masing-masing. Meskipun demikian mereka memiliki kesamaan, sama-sama dibakar menggunakan jeruji ban sepeda. Kambing yang digunakan juga kambing muda, jadi tidak alot dan gurih.

Rangga dan Cinta

Awal Mula Sate Klatak

Menurut cerita, awal mula sate klatak dimulai di pasar Jejeran.  Pendirinya adalah Mbah Ambyah. Mbah Ambyah mulai menjual sate sejak tahun 1940an di Pasar Jejeran. Saat ini, yang melanjutkan Mbah Ambyah adalah generasi ketiga, namanya Pak Bari. Dengan demikian Sate Klatak di Pasar Jejeran bisa dianggap sebagai cikal bakal sate klatak di daerah ini. Karena lokasi ini di daerah Jalan Imogiri maka terkenal dengan sate klatak Imogiri.

 

Sate Klatak Pak Bari

Sate Klatak Pak Bari

Bagi temen-temen yang sudah menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2 tentu tidak asing dengan sate klatak Pak Bari karena kuliner hitz ini juga menjadi bagian dari syuting AADC2 guys, saat Rangga nraktir Cinta di Jogja. Kuliner legendaris ini semakin laris setelah penayangan film AADC 2. Warung ini bukanya malam guys, dari jam 19.00 WIB – 01.00 WIB dini hari. Namun, kadang jam 9 satenya sudah laris terjual. Bila inggin menikmati sate ini sebaiknya  sampai di lokasi jam 19.00 WIB. Satu porsi sate klatak Pak Bari dihargai Rp 20.000,00.

 

Sate Klatak Pak Pong

Sate Klatak Pak Pong

Sate Klatak Pak Pong adalah sate klatak paling terkenal di Jogja.  Lokasinya tidak jauh dari lokasi Sate Klatak Pak Bari, masih sama-sama di daerah Jl Imogiri. Tepatnya Sate Klatak Pak Pong berada di Timur Stadiun Sultan Agung Bantul. Sate klatak ini terkenal karena bumbunya yang sederhana, yaitu garam, ketumbar dan merica saja. Saat sate bergaram ini dibakar akan menimbulkan bunyi : “klatak-klatak”, makanya disebut sate klatak.  Untuk seporsi sate seharga Rp 22.000,00 ini anda akan mendapatkan 2 tusuk sate. Selain sate pengunjung juga dimanjakan dengan menu tengkleng, tongseng dan kicik. Namun untuk menikmati berbagai menu ini sebaiknya datang saat pagi, pukul 10.00 WIB. Sebab meskipun warung ini buka sampai pukul 24.00 WIB, saat malam bisa jadi aneka menu yang ditawarkan tidak selengkap saat pagi hari.

 

Sate Kambing Sor Talok

Sate Kambing Sor Talok

Sate terenak di Jogja ini saat memasaknya juga ditusuk menggunakan tusuk jeruji, namun penjualnya tidak mau disebut satenya sebagai sate klatak karena dibumbui lengkap. Lokasi warung sate ini di Jl. Pramuka, Area Sawah, Trirenggo, Kec. Bantul, Bantul. Harganya cukup mahal, yaitu Rp 40.000,00/porsi. Namun harga ini sebanding dengan jumlah sate yang pengunjung dapatkan. Selain kenyal dan gurih, sate ini juga tidak berbau amis. Untuk menikmati sate, anda bisa ke sana dari jam 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Setelah kenyang menikmati berbagai olahan daging kambing ini, temen-temen bisa juga berkunjung di Wisata Rumah Jiwa Hafara yang beralamat di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul. Deket banget sama lokasi kuliner sate ini guys,,

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *