fbpx

Wisata edukasi mengenal pewarna alam jarang ditemukan. Banyak masyarakat yang sudah mengganti pewarna alam ini dengan pewarna kimia. Konon pewarna kimia lebih praktis. Tapi guys, pewarna alam lebih ramah lingkungan dan bisa bertahan lebih lama dibanding pewarna kimia lho. Inilah beberapa macam pewarna alam yang ada di Jogja.

Macam-macam Pewarna Alam

Wisata Edukasi

Indonesia adalah negri yang elok, memiliki banyak tumbuhan yang merupakan penghasil pewarna alam. Sayangnya generasi muda banyak yang tidak tahu pewarna alam itu dari pohon, buah ataupun daun apa saja. Berikut kami berikan ringkasannya : Kayu jati untuk pewarna merah kecoklatan. Kayu nangka untuk pewarna kuning muda. Daun teh untuk menghasilkan warna coklat. Daun alpukat untuk menghasilkan warna hijau kecoklatan. Kunyit untuk pewarna kuning.  Manggis untuk pewarna keunguan. Rumput malu untuk menghasilkan warna kehijau-hijauan. Biji buah pinang mengahsilkan warna coklat kemerahan dan hitam. Akar tanaman mengkudu menghasilkan warna merah tua dan merah kecoklatan. Kulit buah manggis menghasilkan warna biru, merah dan merah keunguan. Daun jambu biji menghasilkan warna kuning. Daun indigo menghasilkan warna biru. Biji Kesumba menghasilkan warna merah-orange. Secang menghasilkan warna kuning-orange.

 

Cara Menggunakan Pewarna Alam

Wisata Edukasi

Banyak sekali tumbuhan yang bisa digunakan sebagai pewarna. Tapi bagaimana caranya nih menggunakannya. Mudah sekali sobat, tim dari wisata edukasi mengenal pewarna alam sudah merangkumnya, ini dia :

  1. Pewarna alam dari kunyit mudah dibuat. Kunyit dipotong-potong dan direbus. Dari empat liter air kunyit yang direbus, dimasak hingga air kunyit tinggal setengahnya saja
  2. Pewarna alam indigofera berasal dari daun indigo yang direndam dalam air selama 2 hari. Larutan tersebut kemudian disaring ke ember yang lain. Campurkan air saringan dengan air kapur. Lakukan proses pengkeburan/aerasi dengan cara menuakan larutan dari ketinggian ke wadah hingga menimbulkan buih. Proses ini dilakukan hingga buih-buih yang tercipta menghilang dan larutan hijau berubah menjadi biru. Larutan biru itu didiamkan satu hari atau sampai tercipta endapan berwarna biru pekat. Buang larutan bening diatasnya, ambil endapan berwarna biru dibagian bawah yang sudah menjadi pasta indigo.
  3. Pewarna daun teh sangat gampang membuatnya. Cukup rebus 3 bungkus teh dengan 4 liter air, masak hingga setengahnya. Saring dan air teh sudah bisa digunakan sebagai pewarna.

Simpel kan caranya. Teman-teman tinggal mencoba

Lokasi Wisata Edukasi Mengenal Pewarna Alam

Wisata Edukasi

Bagi teman-teman yang ingin ikut wisata edukasi mengenal pewarna alam ataupun mencoba membuat pewarna alam sekaligus belajar membuat shibori, bisa berkunjung ke Wisata Rumah Jiwa. Lokasinya berada di Gambiran, RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul. Temen-temen bisa reservasi dulu juga dengan menghubungi hotline di nomor 085327966727

Kategori: Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *